Assalamu'alaikum Warohmatullohi wabarokatuh !
Selamat Datang & Terima Kasih Atas Kunjungan Anda Di Situs Kami
Untuk Order Cepat WA Kami ke 085710543828 Format Pemesanan Ketik: Psn#NamaProduk#Jumlah#Nama#AlamatLengkap#NoHP#Bank
Sebelum belanja di Toko Online Kami, ada baiknya agar Anda membaca terlebih dahulu menu CARA PEMESANAN & CARA PEMBAYARAN. Kami Menjamin RAHASIA ANDA, setiap Paket yang kami kirim tertutup rapat untuk umum. Harga yang Kami cantumkan di Situs ini adalah Harga Eceran. Untuk Harga GROSIR silahkan Hubungi Kami via SMS/WA ke 085710543828
Alhamdulillah sudah ribuan Paket kami kirim ke berbagai daerah di seluruh Indonesia bahkan sampai Luar Negeri

JUDUL RANCU: "Cadar Bukan Tolok Ukur Keshalihan Wanita"

Nanti akan ada yang berkata:

"Shalat tahajud bukan tolok ukur keshalihan seseorang".

"Bershadaqah bukan tolok ukur keshalihan seseorang".

Kalau boleh saya nanya:

"Memakai cadar itu amal keshalihan atau amal keburukan ?"

Kalau dijawab: "Amal keshalihan"; maka saya katakan:

"Jika memakai cadar merupakan amal keshalihan, maka hukum dhahir yang berlaku adalah: Wanita yang memakai cadar adalah wanita yang mengerjakan amal keshalihan. Lantas,... apa pandangan dan anggapan kita terhadap wanita yang mengerjakan amal keshalihan ?

Orang yang shalat tapi berprilaku bejat itu banyak. Tapi apakah kita akan mengatakan:

"Shalat bukan tolok ukur keshalihan seseorang ?"

Mungkin ada yang berkata:

"Beda dong,.... shalat kan hukumnya wajib, sedangkan cadar hukumnya sunnah saja".

Saya berkata: "Permasalahannya sebenarnya bukan masalah amalan wajib atau sunnah. Baik amal wajib atau amal sunnah, merupakan amal shalih yang menyebabkan bertambahnya iman seseorang. Jadi, melakukan amal shalih, baik yang wajib ataupun yang sunnah, merupakan tanda keimanan (baca: keshalihan) diri seseorang. Dan kita menyerahkan perkara batinnya kepada Allah ta'ala.

Wallaahu a'lam.


Tidak ada komentar:

Ingin dapat Diskon 10% untuk stiap order herbal tanpa syarat, klik Like/Suka Fanpage kami
INGAT !!! Kesembuhan hanya datang dari ALLOH subhanahu wata'ala. Manusia hanya berusaha, ALLOH-lah tempat kembalinya.